August 31, 2016 | Posted in Ketogenic | By

Pola makan ketogenic adalah pola makan tinggi lemak protein sedang dan rendah karbohidrat dengan persentase Lemak 75% Protein 20% dan Karbohidrat 5% sering juga di sebut Sering juga disebut diet low carb high fat atau LCHF. Diet ketogenic yang dalam kedokteran digunakan terutama untuk mengobati epilepsi pada anak-anak.

ketogenic-diet-persentase

Pola makan ketogenic bertujuan supaya tubuh kita selalu berada dalam keadaan ketosis. Keadaan ketosis adalah ketika tubuh tidak lagi menggunakan glukosa (karbohidrat) sebagai bahan bakar atau energi, melainkan menggunakan lemak yang akan menghasilkan ketone sebagai pengganti glucosa untuk otak. Pola makan ketogenic memberi asupan lemak yang cukup tinggi pada tubuh, tujuannya untuk membantu agar tubuh selalu menggunakan bahan bakar lemak dalam metabolismenya.

Dalam kondisi Ketosis, tubuh hanya akan memproduksi glukosa yang hanya cukup dan sesuai dengan kebutuhan sel-sel yang memerlukannya seperti sel darah merah dan 20% sel otak ini, sehingga tidak akan ada kelebihan glukosa ditubuh seperti halnya saat diperoleh secara manual dari asupan makanan. Kondisi kenaikan glukosa di darah akibat konsumsi karbohidrat berlebih dari makanan, otomatis akan menaikkan level gula darah ditubuh, dan kemudian akan membutuhkan hormon insulin untuk kembali menekannya masuk kedalam sel-sel ditubuh untuk menjaga keseimbangan level gula darah yang aman ditubuh. Gula darah yang terlalu tinggi ditubuh akan sangat berbahaya bagi keseimbangan “kimiawi” didarah, karena glukosa merupakan molekul yang bersifat “Reductant” (dapat mereduksi elektron dari molekul lain) terhadap “protein” dan “lemak” didalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan “ketidak-stabilan” pada molekul-molekul lain dan membuat molekul lain yang “tereduksi” tersebut, menjadi mudah mengalami “Oksidasi” dari molekul radikal bebas (Reactive Oxygen Species) yang turut hadir didalam tubuh. Ini yang menyebabkan terjadinya “Pengerasan” (Hardening) pada molekul yang sebelumnya tidak memiliki sifat “Keras/Kaku” ditubuh, seperti contohnya unsur protein yg seharusnya “elastis” dan unsur lemak yang seharusnya “lembut dan licin”.

Glukosa yang di hasilkan dari makanan karbohidrat bisa berpuluh kali lipat banyaknya daripada gula yang berada di dalam darah yang hanya sesendok dua sendok saja dalam 5-6 liter darah. Kenaikan gula darah ini sangat berbahaya, karena liver akan mengeluarkan hormon insulin nya untuk menurunkannya kadar glukosa/gula tersebut. Insulin akan mengarahkan Glukosa ini ke tangki penampungan yang disebut glikogen di otot dan liver. Bahayanya glikogen yang di liver hanya menampung 100 gram saja, sedangkan sisa glukosa/gulanya akan dikonversi menjadi lemak jenuh alias trigliserida dan akan disimpan sebagai cadangan energi berupa lemak di badan ini lah penyebab utama obesitas/kegemukan dan berbagai problem kesehatan.

Apa kelebihan dengan menggunakan pola makan ketogenic dan ketone sebagai bahan bakar tubuh, dan bukan glukosa? Ketika tubuh membakar gula, cadangan energy kita hanya-lah glucosa/gula yang kita konsumsi dan disimpan tubuh setelah disintesa oleh insulin. Begitu habis, kita akan merasa lapar dan perlu makan gula kembali untuk mendapatkan energi. Karena begitu cadangan habis, tubuh kita tidak terlatih untuk menggunakan lemak sebagai cadangan tafi yang ada di tubuh sebagai energi. Karena itu selama kita masih mengonsumsi karbohidrat (yaitu tak lain dan tak bukan adalah gula), lemak di tubuh kita tidak akan berkurang. Jangan terkecoh dengan janji karbohidrat kompleks, karena hasil akhir ketika diurai di dalam tubuh kita tetap saja gula, hanya proses penguraiannya yang lebih panjang. Kelebihan lain ketogenic diet disebutkan dalam buku Keto-Adapted oleh Maria Emmerich yang mengatakan bahwa sistem pencernaan akan membaik, energi bertambah, dan kulit akan terlihat lebih cerah.

 

Pencarian Keto Fastosis:

keto fastosis,ketofatosis,www ketofatosis com,keto fatosis,bahaya ketofastosis,pola makan ketogenic,katofastosis,pola makan ketofatosis,pola makan ket,ketofatosis adalah,

Comments

comments

Be the first to comment.

Leave a Reply


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*